Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana kecerdasan buatan, atau artificial intelligence (AI), membentuk informasi yang dilihat calon pembeli tentang bisnis retail kamu secara online? Jika kamu mengelola toko lokal, waralaba, atau brand ecommerce, pengaruh platform pencarian dan chat berbasis AI yang makin berkembang bisa jadi mengarahkan pelangganmu dengan cara yang mungkin tidak terduga. Data baru menunjukkan adanya perbedaan mencolok antara Google AI dan ChatGPT dalam seberapa sering mereka menyebut atau ‘mengutip’ retailer secara langsung di respons mereka. Google AI hanya merujuk ke retailer sekitar 4 persen dari waktu, sementara ChatGPT menyorot retailer hingga 36 persen. Selisihnya hampir sembilan kali lipat.
Seiring dunia digital marketing terus berkembang, memahami praktik ini bisa memberikan keunggulan besar untuk bisnis kamu. Baik pelanggan sedang mencari lewat Google AI Overviews terbaru ataupun meminta rekomendasi produk di ChatGPT, sumber yang disukai AI tersebut kini berpengaruh besar terhadap keputusan pembelian. Kalau kamu ingin membawa bisnismu selangkah di depan, penting untuk mengetahui cara kerja tiap platform serta apa artinya bagi konten online dan strategi SEO kamu. Yuk, simak data terbaru yang ada dan cari tahu bagaimana bisnis retail atau waralaba tetap bisa terlihat menonjol di era AI.
Memahami Praktik Kutipan Google AI dan ChatGPT untuk Retailer
Riset terbaru dari BrightEdge mengangkat perbedaan besar antara cara Google dan ChatGPT merujuk retailer dalam hasil yang dihasilkan AI mereka. Perbedaan kutipan AI ini punya dampak nyata terhadap visibilitas, kepercayaan pelanggan, hingga penjualan. Google AI Overviews, yang sekarang muncul di puncak hasil pencarian banyak kata kunci, cenderung menampilkan YouTube reviewer, video unboxing, thread Reddit, dan ulasan redaksi. Sebaliknya, ChatGPT yang merupakan AI percakapan terdepan, justru lebih sering mengutip listing retailer asli, situs brand, produsen, dan lebih jarang dari sumber editorial.
Perbedaan ini berarti saat calon pembeli menggunakan Google, mereka lebih jarang menemukan tautan langsung ke halaman produk atau situs retailer. Biasanya yang muncul adalah pendapat influencer atau komunitas, sehingga retailer sulit tampil di posisi utama kecuali produknya disorot dalam konten semacam itu. Di sisi lain, pengguna yang meminta saran melalui ChatGPT cenderung akan diarahkan ke situs resmi retailer, brand page, atau info produsen, titik sentuh yang lebih ideal untuk konversi dan pembelian langsung.
Statistik Dampak Kutipan AI terhadap Strategi Konten Retail
Angka-angka berikut sangat jelas. Statistik kutipan Google AI menunjukkan retailer hanya disebut 4 persen. Sebaliknya, ChatGPT mengutip retailer hingga 36 persen, melonjak hampir sembilan kali lipat. Selisih ini memengaruhi perjalanan konsumen dari pencarian hingga transaksi. Pengguna Google AI lebih sering diarahkan ke sumber pihak ketiga, seperti YouTube dan Reddit, sedangkan akses langsung ke brand atau retailer sangat terbatas.
Di sisi lain, pendekatan ChatGPT dalam mengutip untuk ecommerce lebih memilih mengarahkan pengguna langsung ke sumber yang berorientasi transaksi, misal situs resmi brand dan retailer. Hasilnya, pengguna ChatGPT yang mencari info produk jauh lebih mungkin menemukan tautan pembelian langsung serta penjelasan brand yang lengkap, dibanding mereka yang mengandalkan Google AI. Buat retailer, artinya optimasi SEO untuk model bahasa AI harus disesuaikan dengan preferensi jelas tiap platform. Dampaknya akan makin terasa di pasar seperti Surabaya, Bali, hingga Jakarta, di mana ulasan online, video demonstrasi, atau konsensus komunitas sangat memengaruhi keputusan belanja.
Menyesuaikan Konten Retail untuk Google AI dan ChatGPT
Agar tetap terlihat di platform berbasis AI ini, retailer perlu strategi konten yang fleksibel dan berpikiran ke depan. Meningkatkan konten retail untuk Google AI tak cukup dengan halaman produk biasa. Karena Google mengutamakan video YouTube, thread Reddit, dan ulasan ahli, mitra toko, pemilik franchise, maupun waralaba di Surabaya atau kota besar lain bisa mengambil manfaat dari kolaborasi dengan influencer, investasi pada video unboxing yang berkualitas, serta mendorong pelanggan puas terlibat di forum komunitas.
Untuk ChatGPT, strateginya berbeda. Karena ChatGPT lebih sering mengutip listing retailer utama dan halaman brand resmi, bisnis harus fokus menjaga website tetap terstruktur, update, serta terisi informasi produk yang detail. Konten yang kuat dan dapat dipercaya, ditambah schema markup dan data produk jelas bisa membantu situs kamu menjadi rujukan utama untuk AI percakapan semacam ini.
Di kedua platform, otoritas editorial dan kredibilitas tetap penting. Google memperhatikan kualitas konten, sedangkan ChatGPT cenderung memilih situs yang terpercaya serta terawat baik. Membangun kehadiran di platform review, menghasilkan konten dari para ahli, serta mempertahankan standar SEO teknis akan sangat membantu memperkuat kesiapan brand kamu untuk era AI.
Strategi Konten AI untuk Retailer Berikan Nilai SEO Nyata
Strategi konten retail berbasis AI butuh cara berpikir strategis tentang di mana audiensmu aktif dan permukaan digital mana yang paling bisa menonjolkan bisnismu. Kalau produk kamu sering dibahas di video, forum, serta media redaksi, Google AI akan lebih mudah melihat dan merekomendasikan brand kamu. Proses ini akan sangat terbantu jika ada perpaduan kampanye digital PR dan kerja sama influencer, ditambah motivasi ke pelanggan agar membagikan ulasan asli mereka secara online.
Bagi semakin banyak pembeli yang memakai asisten percakapan seperti ChatGPT, memastikan website kamu mudah dirayapi, memiliki otoritas, dan jelas dalam menawarkan produk jadi hal kunci. Optimalkan meta description, data terstruktur, dan feed produk terbaru. Semua itu sangat berpengaruh agar situsmu disitasi oleh AI modern. Manfaatkan layanan AI LLM SEO dari Top4 Technology untuk bisnis retail yang ingin merapikan konten dengan sinyal-sinyal terbaru dan siap menghadapi perkembangan pencarian berbasis AI.
AI SEO yang efektif tidak hanya soal ranking tinggi tapi juga memengaruhi bagaimana dan di mana bisnis kamu direkomendasikan oleh alat AI yang kini jadi rujukan ribuan pengguna setiap hari. Kunjungi halaman AI LLM SEO services kami untuk tahu cara mempersiapkan kehadiran digital kamu, atau konsultasikan langsung dengan tim kami.
Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya Mengoptimalkan SEO untuk Model Bahasa AI
Statistik baru antara Google AI dan ChatGPT soal cara mereka mengutip retailer menandakan pergeseran signifikan di dunia online untuk bisnis retail. Dengan Google AI Overviews yang kini makin mengedepankan konten komunitas dan ahli serta lebih jarang merujuk langsung ke retailer, pelaku usaha perlu strategi kreatif untuk menanamkan produk dan keahlian mereka dalam berbagai platform pihak ketiga. Sementara, seringnya ChatGPT mengutip situs retailer membuka peluang lebih besar untuk menarik trafik dan meningkatkan penjualan secara langsung, selama konten kamu terstruktur rapi dan selalu update.
Biarkan strategi konten kamu tetap sama artinya kamu bisa tertinggal, mengingat pelanggan makin mengandalkan AI untuk mencari rekomendasi. Dampak kutipan AI terhadap strategi konten retail sudah mulai mempengaruhi keputusan belanja, dengan perbedaan jelas pada jenis sumber favorit Google dan ChatGPT. Agar tetap unggul, pemilik franchise dan bisnis lokal di Surabaya, Bali, maupun Jakarta perlu mengevaluasi di mana audiens mereka mencari informasi, investasi di konten multi-channel, serta memastikan isi website dan SEO teknis sudah relevan dengan standar masa depan.
Siap meningkatkan visibilitas toko kamu di Google, ChatGPT, dan platform AI terbaru? Kolaborasi dengan Top4 Technology akan membantu brand kamu makin sering dikutip, dipercaya, dan dipilih oleh teknologi pencarian terbaru. Yuk, pelajari lebih lanjut tentang layanan AI LLM SEO kami yang siap bantu bisnismu tampil menonjol dan meraih lebih banyak pelanggan di era pencarian masa depan.



















