Bayangkan sebuah toko furnitur lokal di Surabaya sudah punya showroom yang nyaman, staf yang ramah, dan harga yang bersaing. Namun saat calon pelanggan mencari toko tersebut secara online, situs web mereka tidak pernah muncul sebagai pilihan. Kenapa? Karena sekarang bukan hanya manusia yang membuat keputusan pembelian, tapi juga agen digital berbasis AI. Agen AI , mulai dari pencarian generatif sampai asisten belanja di perangkat pintar , memindai, membandingkan, dan bertindak atas informasi untuk pemiliknya. Kalau kehadiran onlinemu hanya berfokus pada salah satu audiens saja, bisnis bisa kehilangan relevansi dan melewatkan calon pelanggan baru yang bahkan belum sempat melihat brand kamu secara langsung.
Memasuki tahun 2026, perjalanan pelanggan bukan lagi soal klik dan percakapan yang berjalan linear. Agen AI mampu memproses ribuan data dalam hitungan detik, menilai ulasan yang terstruktur, mengambil atribut produk, dan memberi rekomendasi bahkan sebelum pengguna berinteraksi. Tapi di saat yang sama, orang-orang tetap ingin merasakan kedekatan, kepercayaan, dan transparansi saat mengambil keputusan pembelian. Agar bisa bertahan, pemilik bisnis lokal dan waralaba di Indonesia, seperti di Jakarta atau Bali, harus bisa menjembatani keterlibatan manusia sekaligus seleksi algoritma. Transformasi ini sudah berjalan, menawarkan peluang besar untuk menata ulang strategi digital marketing untuk pelanggan manusia dan juga agen AI. Memahami “aturan main” serta motivasi dan ekspektasi kedua audiens ini bisa membuat bisnismu selangkah lebih maju sekaligus memberi pondasi pertumbuhan jangka panjang.
Memahami Peran Manusia dan Agen AI dalam Perjalanan Pelanggan
Pada model konvensional, desain customer journey fokus murni pada sentuhan manusia: apa yang dilihat, dirasakan, dan dorongan-dorongan untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Kini, agen AI jadi pengambil keputusan aktif. Mereka memproses data besar untuk menyarankan produk atau layanan, bahkan bisa langsung melakukan pembelian mewakili penggunanya.
Pergeseran ini bukan berarti memilih salah satu audiens saja. Desain perjalanan pelanggan untuk manusia dan AI justru tentang mengenali logika pengambilan keputusan yang berbeda. Pengguna manusia mencari cerita, visual menarik, dan pengalaman otentik. Di sisi lain, agen AI menilai sinyal seperti data terstruktur, atribut bisnis yang jelas, sampai tolok ukur otoritas seperti ulasan, sertifikat, dan tanda kepercayaan.
Dengan memetakan perjalanan manusia serta agen AI, pemilik bisnis lokal bisa melihat titik temu dan celah yang muncul. Misalnya, ketika seseorang mencari “sepatu lari terbaik di Surabaya”, asisten AI-nya akan lebih mengutamakan bisnis yang menampilkan detail produk akurat, ketersediaan barang, harga, dan jam buka terbaru dalam format yang mudah dibaca mesin. Tanpa info yang lengkap atau terstruktur, situs web yang menarik pun bisa dilewati begitu saja oleh algoritma pintar.
Audit Website untuk Manusia dan Agen AI
Audit website yang efektif di tahun 2026 tak cukup hanya mengandalkan desain menarik atau SEO untuk manusia. Perlu juga memastikan situs mudah dipahami oleh agen AI yang “membaca” dengan cara berbeda. Awali dengan mengecek apakah situsmu nyaman dibaca oleh manusia , judul yang jelas, konten singkat, dan navigasi intuitif tetap jadi keharusan.
Selanjutnya, cek keberadaan data terstruktur. Data terstruktur untuk marketing, seperti skema khusus bisnis lokal, produk, ulasan, dan FAQ, jadi “bahasa” utama untuk platform bertenaga AI. Di sini, agen AI akan tahu apa yang kamu tawarkan, lokasi, harga, aturan pengiriman, serta jam operasional bisnismu. Audit website untuk agen AI juga bermakna mengulas halaman lewat alat seperti Google Rich Results Test untuk menilai kelengkapan dan akurasi skema.
Identifikasi di mana saja data masih kurang lengkap. Sinyal lokasi tidak jelas, jam operasional tidak konsisten, atau stok produk sudah kadaluwarsa, semua itu bisa membuat listing-mu dilewati oleh agen AI atau asisten suara. Memastikan akurasi di semua titik digital adalah kunci mengoptimalkan website agar bisa dibaca manusia sekaligus agen AI.
Memetakan & Mengembangkan Customer Journey untuk Manusia dan AI
Melihat customer journey sebagai satu alur tunggal justru menutupi interaksi antara perilaku manusia dan intervensi AI yang makin sering terjadi. Kalau ingin integrasi AI dalam pemetaan customer journey, mulai dengan menguraikan bagaimana human user mencari, membandingkan, dan memilih jasa bisnismu , mungkin melalui pencarian Google, baca ulasan, menelepon, lalu membeli. Selanjutnya, petakan juga versi perjalanan dari sudut pandang AI: Data apa yang diakses? Bagaimana ia mengambil keputusan? Atribut mana yang dianggap penting?
Overlay dua perjalanan ini akan memperlihatkan hambatan dan peluang. Misal, bila konten conversational di websitemu kaya namun atribut bisnis penting belum hadir dalam format ramah mesin, mungkin kamu ditemukan oleh orang, tetapi sulit dijangkau oleh agen pencarian atau shopping. Sebaliknya, bila terlalu fokus pada detail teknis tapi mengabaikan call-to-action, bukti sosial, atau sentuhan emosional, pengunjung manusia bisa saja tidak tertarik melakukan konversi.
Layanan digital marketing terkini untuk AI mendorong bisnis agar melihat manusia dan agen AI sebagai audiens yang sama pentingnya. Melatih tim internal supaya memandang agen bukan sekadar layer teknis, tapi sebagai “pemain” nyata di funnel pemasaran, akan membangun pola pikir maju buat sukses jangka panjang. Buatlah checklist internal agar detail produk, ketersediaan, aturan pengiriman, harga, dan bukti otoritas hadir dan terstruktur secara menarik untuk dua audiens sekaligus.
Menutup Celah Data dan Menata Informasi Bisnis Penting
Salah satu tantangan terbesar dalam strategi pemasaran untuk agen AI adalah minimnya data bisnis yang lengkap, berkualitas, serta terstruktur. AI hanya mampu membaca informasi yang akurat dan mudah diproses. Tutup celah data dengan mendata atribut yang dibutuhkan manusia dan AI, seperti kontak, harga, ulasan, jam buka, area layanan, dan status stok.
Pastikan keunggulan utama bisnis selalu tampil di konten yang mudah dilihat di situs sekaligus “terbaca” bot lewat format terstruktur. Aturan pengiriman, batas harga, hingga masa promosi sebaiknya bisa ditemukan baik oleh pengunjung web maupun crawler. Sinyal otoritas seperti ulasan pihak ketiga, badge kepercayaan, sertifikat lokal, hingga penghargaan industri akan memperkuat kredibilitas di dua ranah.
Agar tetap unggul di dunia digital yang terus berubah, coba optimalkan pencarian percakapan melalui chatbot, virtual agent, atau fitur conversational search Google. Cara ini akan membantumu melihat langsung bagaimana AI memproses dan menampilkan bisnismu , sehingga gap bisa langsung teridentifikasi: apakah digital presence bisnis sudah benar-benar optimal atau belum.
Mengadopsi Perjalanan Marketing Ramah AI demi Pertumbuhan Berkelanjutan
Integrasi strategi ini tak sekadar upaya bertahan, melainkan juga peluang tumbuh dalam era di mana keputusan membeli diambil bersama antara manusia dan asisten AI mereka. Optimalisasi website untuk manusia dan AI butuh evaluasi rutin: mengecek data terstruktur, memperbarui penawaran, memantau perilaku pencarian, serta melakukan penyempurnaan aset digital secara berkala.
Brand visioner di kota-kota besar seperti Surabaya, Bali, atau Jakarta mulai bekerja sama dengan konsultan digital marketing khusus AI agar tetap terdepan. Kolaborasi seperti ini memastikan bisnismu direkomendasikan platform besar (Google, Apple, Bing, hingga voice assistant), yang ujungnya mengalirkan lebih banyak leads lokal dan penjualan.
Investasi pada perjalanan pelanggan yang didesain untuk manusia dan kecerdasan buatan akan memposisikan brandmu sebagai pilihan terpercaya dalam persaingan digital. Kini bukan lagi soal memenuhi ekspektasi hari ini, melainkan kesiapan menghadapi perilaku pencarian masa depan , apapun perangkat atau agen yang dipilih pelangganmu nanti.
Kesimpulan
Lanskap digital marketing di Indonesia kini berubah pesat. Manusia dan agen AI sama-sama menentukan bisnis mana yang akan sukses secara online. Kalau tetap mengandalkan cara lama, siap-siap saja tersisih oleh kompetitor yang sudah lebih dulu optimasi untuk agen baru yang kini jadi filter utama rekomendasi pembelian. Tapi di sisi lain, strategi yang terlalu fokus pada algoritma juga rentan kehilangan sentuhan manusiawi yang dibutuhkan pelanggan untuk percaya dan connect dengan brand.
Untuk keunggulan jangka panjang, prioritaskan desain customer journey untuk manusia dan AI secara seimbang. Audit website agar mudah dibaca manusia dan AI, tata ulang info penting, serta tutup segala celah data yang masih ada. Dorong tim untuk memandang dua perjalanan pelanggan ini setara pentingnya. Uji juga teknologi baru seperti conversational search agar tahu langsung bagaimana agen menilai kehadiran onlinemu.
Jika ingin strategi digital marketing ramah AI sekaligus tetap hangat untuk pelanggan manusia, bisnis kamu akan selalu relevan dan menjadi pilihan utama di persaingan saat ini. Mau tahu seberapa optimal customer journey kamu atau butuh bantuan ahli untuk menerapkan strategi pemasaran digital berbasis AI? Pelajari layanan Digital Marketing dari Top4 Technology dan pastikan bisnismu siap menghadapi ekosistem online Indonesia yang terus berkembang.



















